GKY Sydney - Gereja Indonesia di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Bertobat Sebelum Terlambat

Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 3-4

Bacaan Alkitab hari ini menggambarkan keadaan yang kacau balau bila umat Tuhan melawan Tuhan melalui perkataan dan perbuatan mereka (3:8). Coba bayangkan, apa yang terjadi bila

anak-anak muda, bahkan anak-anak, menjadi pemimpin umat Tuhan (3:4)! Tentu saja keadaan menjadi kacau balau! Orang muda membentak-bentak orang tua dan orang hina membentak-bentak orang mulia (3:5): Bukankah hal itu merupakan gambaran tentang keadaan yang tanpa aturan? Kepemimpinan anak-anak dan orang muda ini hanyalah gambaran dari kelom- pok pemimpin umat Allah yang bersikap kekanak-kanakan (ti- dak dewasa), sehingga mereka menjadi sumber penderitaan bagi umat Allah. Nabi Yesaya wafat sebelum peristiwa kerun- tuhan Yerusalem dan Bait Allah terjadi. Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh Nabi Yesaya bisa disebut sebagai peringatan akan datangnya hukuman Allah bila umat Al- lah tidak mau segera bertobat. Sayangnya, walaupun di an- tara empat raja Yehuda yang memerintah pada masa pelayanan Nabi Yesaya (Uzia, Yotam Ahas, Hizkia) hanya Raja Ahas yang jahat, kerusakan moral dan spiritual yang terjadi pada masa itu sudah amat parah sehingga nubuat tentang penghukuman Allah yang disampaikan oleh Nabi Yesaya itu merupakan suatu keniscayaan (sesuatu yang pasti terjadi).

Hukuman Allah tidak pandang bulu. Bukan hanya pria yang menderita, tetapi juga wanita. Kesombongan membuat kaum wanita jatuh miskin dan menderita (3:16-24). Kematian banyak pria dalam peperangan membuat jumlah wanita jauh lebih banyak daripada pria (4:1). Sebelum hukuman Tuhan dijatuh- kan, kita harus segera bertobat! Apakah Anda telah bertobat dan meninggalkan semua dosa yang Anda ketahui? [P]

Yesaya 3:10-11

“Katakanlah berbahagia orang benar! Sebab mereka akan memakan hasil pekerjaannya. Celakalah orang fasik! Malapetaka akan menimpanya, sebab mereka akan diperlakukan menurut perbuatannya sendiri.”