GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Tanggung Jawab & Penghargaan

Sebagai seorang pemimpin, seharusnya Barak menerima tanggung jawab apa pun yang diberikan kepadanya. Sayangnya, Barak tidak bersedia memimpin peperangan melawan Sisera dan pasukannya. Barak bersedia ikut berperang, tetapi dia tidak bersedia memikul tanggung jawab sebagai pemimpin. Akibatnya, Barak kehilangan kesempatan untuk mendapat penghormatan sebagai pahlawan yang berhasil membunuh Sisera, panglima tentara Kanaan (4:6-9). Sisera tidak terbunuh saat berperang melawan Barak, tetapi dia dibunuh-dengan taktik-oleh seorang ibu rumah tangga bernama Yael (4:17-21).

Kisah terbunuhnya Sisera ini mungkin membuat kita bertanya, ""Apakah kita boleh memakai taktik yang licik untuk mengalahkan musuh kita?"" Pertanyaan semacam ini muncul karena kita memandang pembunuhan yang dilakukan oleh Yael terhadap Sisera sebagai masalah pribadi, padahal masalah yang muncul saat itu adalah masalah antara bangsa Israel dan bangsa Kanaan yang saat itu menindas bangsa Israel. Kondisi perang tentu saja tidak boleh disamakan dengan kondisi dalam sebuah perlombaan atau pertandingan. Dalam kondisi perang, membunuh musuh bukanlah dosa. Lagi pula, Yael tidak mungkin bisa membunuh Sisera bila Allah tidak menyerahkan Sisera ke tangan Yael. Oleh karena itu, pembunuhan yang dilakukan oleh Yael terhadap Sisera ini bisa kita pandang sebagai kehendak Allah pada saat itu dan taktik licik yang dilakukan oleh Yael tidak boleh diterapkan dalam situasi biasa, termasuk tidak boleh dilakukan dalam situasi persaingan bisnis. Sebaliknya, tindakan Yael harus dipandang sebagai tindakan iman yang penuh risiko, karena dia pasti terbunuh bila siasatnya gagal. [P]

Hakim-hakim 5:24
"Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah."