GKY Sydney - Gereja Indonesia di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Memikirkan Orang Lain

Orang percaya yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus akan mulai memikirkan orang lain dan melayani mereka. Di bagian terakhir suratnya ini, Rasul Paulus menguraikan dua macam pelayanan yang penting yang harus kita lakukan kepada orang lain.

Pelayanan yang pertama adalah menanggung beban (6:1-5). Para musuh Paulus dan ajarannya tidak akan menjadikan saling menanggung beban satu dengan yang lain sebagai fokus hidup mereka. Bagi mereka, bersikap lebih keras terhadap orang lain lebih baik daripada bersikap keras terhadap diri sendiri. Mereka suka "...mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya"(Matius 23:4). Akan tetapi, Paulus menasihati jemaat untuk tidak lagi berbuat demikian, tetapi mulai menuntut lebih banyak dari dirinya sendiri supaya bisa menolong orang lain.

Pelayanan yang kedua adalah membagi berkat (Galatia 6:6-10). Sejak permulaan berdirinya jemaat mula-mula, saling berbagi berkat merupakan salah satu ciri kehidupan orang percaya. Mereka yang memberi pengajaran membagi kekayaan rohani, sedangkan mereka yang menerima pengajaran, seharusnya membagi kekayaan jasmani. Paulus mengingatkan mengenai hukum tabur tuai: Apa yang akan ditabur, itulah yang akan dituai. Secara khusus, ia mengingatkan bahwa jika kita menabur dalam daging, kita akan menuai kejahatan. Akan tetapi, jika kita menabur dalam Roh, kita akan menuai hidup yang kekal. Setelah kita selesai menabur, kita tidak bisa mengubah hasil panen.

Jangan tunda lagi! Selama masih ada kesempatan bagi kita untuk memperhatikan dan memikirkan orang lain, marilah kita melakukannya sebagai bukti bahwa hidup kita dipimpin oleh Roh! [MS]

Galatia 6:10
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."