GKY Sydney - Gereja Indonesia di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Damai Kristus: Damai yang Sejati

Sejarah mencatat Kaisar Agustus sebagai pendiri, sekaligus kaisar pertama dari Kekaisaran Romawi. Perlu dicatat bahwa kekaisaran Romawi berdiri tahun 30 BC, tetapi negara (kerajaan) Romawi didirikan pada tahun 753 BC. Kaisar Agustus—yang arti dari namanya adalah mulia, luhur, atau tenang—memerintah sampai kematiannya pada tahun 14 Masehi. Karena mampu menghentikan perang, ia dikenal sebagai pembawa damai dan disebut juruselamat (mesias) oleh bangsa Romawi. Bahkan, hari kelahirannya dianggap sebagai kabar baik yang harus diberitakan. Sekalipun demikian, perlu diingat bahwa Kaisar Agustus menjadi penguasa Romawi melalui perang. Artinya, ia bisa memegang kekuasaan mutlak dengan memakai kekerasan untuk menegakkan kedamaian.

Tuhan Yesus lahir dalam konteks sosial politik di atas. Perlu diperhatikan kontras antara Tuhan Yesus dengan Kaisar Agustus. Tuhan Yesus adalah Raja dari Kerajaan Allah yang kekuasaan-Nya kekal (1:33). Dia diurapi oleh Allah dan Dialah Juruselamat (2:11) yang membawa damai bukan melalui kekerasan, melainkan melalui jalan kerendahan, penyangkalan diri, salib, dan ketaatan.

Hari ini gereja bersukacita merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Kita pantas untuk bersukacita karena Natal merupakan hari tersiarnya kabar baik yang sejati. Marilah kita melanjutkan perasaan sukacita ini dengan berjuang menghadirkan damai Kristus di tengah dunia yang penuh dengan kekerasan. Walaupun banyak orang yang mencari pujian dan kemuliaan, marilah kita bertekad untuk merendah seperti Kristus dengan cara menyangkal diri, tekun memikul salib, dan taat terhadap firman Allah seumur hidup kita. Semuanya ini kita kerjakan bagi keagungan nama-Nya! [ECW]

2 Korintus 5:19
"Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."