Sakit Asmara
Renungan GEMA 2012
13 February 2012 Kidung Agung 5:2-6:3Sakit asmara dapat dialami oleh siapa saja. Sakit asmara adalah kondisi kerinduan mendalam terhadap orang yang dicintai. Lama tidak bertemu dengan kekasih hati merupakan kondisi yang menyebabkan munculnya sakit asmara.
Kondisi semacam ini dialami kedua kekasih dalam bacaan hari ini. Mempelai perempuan merasa tertekan saat berusaha mencari kekasihnya (suaminya) yang lama tak ditemuinya. Seperti mau pingsan rasanya ketika sang kekasih tak ditemukan. Ia terus mencari demi cintanya kepada kekasihnya (5:6-8). Sebelumnya, sang suamilah yang bangga dan kagum terhadap kecantikan luar dan dalam istrinya. Kini, giliran istri yang kagum terhadap kegagahan suami secara luar/fisik maupun dalam/rohani (5:10-16). Kata-kata manis dan segala sesuatu yang menarik dihasilkan dari kedewasan rohani. Istri merasa bangga menjadi milik suaminya (6:3). Ketulusan sang istri disambut dengan pujian dan kebanggaan sang suami terhadap istrinya. Sakit asmara menunjukkan kerinduan mendalam untuk tetap bersama sampai maut memisahkan mereka. Obat penawar bagi sakit asmara adalah bertemu dan berkumpul kembali dengan sang kekasih.
Dalam kenyataan hidup berumah tangga, tidak selamanya suami dan istri bisa selalu bersama. Ada kondisi tertentu yang membuat pasangan suami istri harus berpisah untuk sementara, misalnya bila suami bertugas keluar kota atau keluar negeri sendirian. Wajar bila suami atau istri sakit asmara. Untuk mengobati sakit asmara, Anda dapat menghubungi pasangan Anda lewat telepon, memasang foto keluarga di meja kamar hotel, dan mendoa-kan pasangan Anda. Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari godaan penyelewengan seksual. [Souw]
Kidung Agung 5:8
"Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!"




