Persahabatan yang Melampaui Hubungan Darah
Renungan GEMA 2012
19 January 2012 Amsal 18Bila kita hidup di dalam Kristus, kita dengan sesama orang percaya seharusnya bisa memiliki kedekatan hubungan persaudaraan secara rohani sebagai anak-anak Allah yang melampaui kedekatan hubungan persaudaraan secara daging dalam sebuah keluarga.
Setiap orang percaya perlu menyadari bahwa dirinya selalu berada dalam pertentangan antara keberadaan kita yang alamiah dan keberadaan kita yang baru di dalam Kristus. Di satu pihak, kita adalah anggota keluarga kita sendiri secara hubungan darah. Di pihak lain, kita adalah anggota keluarga Kerajaan Allah.
Kita berharap bahwa kita bisa memiliki keluarga yang saling mengasihi yang diikat oleh hubungan darah, tetapi kadang-kadang kita menjumpai kenyataan yang berbeda. Dosa membuat banyak orang menjadi egois. Dosa membuat Kain membunuh Habil, adik kandungnya sendiri (Kejadian 4). Dosa juga membuat banyak orang di dunia ini mengabaikan hubungan darah. Kita masih bisa menyaksikan adanya perebutan warisan yang sampai membuat orang-orang yang masih terikat dengan hubungan darah harus mencari penyelesaian di pengadilan.
Hubungan persaudaraan di dalam Kristus seharusnya merupakan hubungan persahabatan yang paling baik karena hubungan tersebut tidak dilandasi oleh kepentingan pribadi, melainkan oleh ketaatan kepada Kristus.Sayangnya, hubungan tersebut kadang-kadang juga dicemari oleh pengkhianatan. Kita harus terus mengevaluasi diri kita di hadapan Tuhan dan kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh agar setiap hubungan persahabatan yang kita miliki di dalam Kristus bisa kita tingkatkan menjadi hubungan persaudaraan yang melampaui hubungan darah. [P]
Amsal 18:24
"Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara."




