Mengendalikan Diri
Renungan GEMA 2012
26 January 2012 Amsal 25Kemampuan menguasai diri adalah kemampuan yang harus dilatih. Bila kita bisa menguasai diri, kita bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Bila kita tidak bisa menguasai diri, kita bisa salah langkah dan mengalami kerugian.
Kita perlu menguasai diri agar kita tidak bersikap berlebihan. Supaya kita tidak salah menempatkan diri, kita harus bersikap rendah hati. Jangan memandang diri sendiri terlalu tinggi, sehingga kita menganggap orang lain sebagai orang yang statusnya lebih rendah daripada diri kita. Bila kita salah menempatkan diri, kita bisa direndahkan dan mendapat malu (25:6-7; bandingkan dengan Lukas 14:8-11).
Kita perlu menguasai diri agar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Bila kita terlalu cepat mengumumkan kesimpulan kita (yang salah), kita bisa membuat gosip yang amat merugikan orang lain. Bila kita terlalu cepat membawa perkara yang belum pasti ke pengadilan, kita bisa dipermalukan. Bila kita salah bicara, misalnya tanpa sadar kita membongkar rahasia yang seharusnya kita simpan, kita bisa menemui masalah tambahan yang seharusnya tidak perlu ada (Amsal 25:8-11.
Kita perlu menguasai diri agar tidak mengumbar janji yang tidak pernah kita tepati (25:14). Janji terhadap keluarga atau terhadap teman yang tidak ditepati akan menimbulkan kekecewaan serta membuat kita menjadi seorang yang tidak bisa diandalkan (tidak bisa dipercaya). Janji terhadap relasi bisnis yang tidak ditepati akan membuat kita ditinggalkan sehingga kita kehilangan peluang bisnis. Kita perlu memegang prinsip bahwa kata-kata yang kita ucapkan harus memiliki bobot seperti sumpah (bandingkan dengan Matius 5:33-37). [P]
Amsal 16:32
"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."




