Jangan Iri Terhadap Orang Jahat
Renungan GEMA 2012
25 January 2012 Amsal 24Bila kita hanya memikirkan hal-hal yang bersangkutan dengan masa kini, kita bisa menjadi iri terhadap orang jahat yang kelihatan makmur, bahkan kita bisa tergoda untuk meniru orang-orang jahat itu (24:1-2). Supaya bisa menang terhadap godaan tersebut, kita harus melihat ke masa depan.
Kita harus menjalani kehidupan pada masa kini dengan mata yang tertuju ke masa depan. Para pemimpin negara memboroskan uang negara dengan memakai pinjaman luar negeri karena mereka tidak sungguh-sungguh memikirkan masa depan negara. Para koruptor mencuri uang negara karena mereka tidak peduli terhadap risiko yang harus mereka terima bila kasus mereka terbongkar. Para pelajar membolos sekolah atau malas belajar karena mereka tidak menyadari apa yang akan menimpa mereka bila mereka tidak menyiapkan masa depan dengan baik.
Orang-orang beriman harus senantiasa mengingat bahwa ada harta di surga yang tersedia bagi mereka dan yang jauh lebih berharga daripada harta di bumi. Harta di bumi bisa dicuri, bisa hilang, bisa mengalami devaluasi, tetapi harta di surga bersifat kekal, tidak dapat dicuri atau merosot nilainya (Matius 6:19-20). Bila kita mengejar harta di dunia dengan cara-cara yang tidak semestinya, kita tidak akan bisa memperoleh harta di surga.
Harta di bumi boleh dicari, tetapi harus dengan cara dan pemahaman yang benar. Harta di bumi harus dicari dengan bekerja keras (Amsal 24:30-34), bukan dengan memanipulasi atau dengan cara-cara yang merugikan orang lain. Di samping itu, harta di bumi harus dicari bukan untuk ditimbun, melainkan agar kita tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain dan bagi pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, kita bisa memuliakan Allah dengan harta kita (Amsal 3:9). [P]
Amsal 23:17-18
"Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."




