GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Jaga Mulut dan Tepatilah NazarMu!

Menjaga kata-kata yang keluar baik dari mulut ataupun masih dalam pikiran dan hati akan menjaga kita dari dosa saat datang beribadah kepada Allah atau mengucapkan nazar yang tidak perlu kepada Allah.

Sering kita tidak menyadari betapa bahayanya kata-kata kita saat datang beribadah kepada Allah, baik kata-kata yang kita ucapkan dari mulut kita atau masih di dalam pikiran kita. Semakin cepat kata-kata berhamburan semakin tampaklah kebodohan seseorang. Oleh sebab itu Pengkhotbah menasehatkan kita agar jangan lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah. Alasan yang paling tepat adalah karena Allah di sorga dan kita di bumi; oleh sebab itu biarlah perkataan kita sedikit (5:1). Inilah bahaya saat beribadah, kata-kata mengalir dengan sangat banyaknya, tetapi tidak ada satu pun yang masuk ke dalam hati kita. Namun masih ada bahaya lain yang berkaitan dengan mulut. Apakah itu? Pengkhotbah mengatakan tentang bernazar kepada Allah (5:3). Mudah sekali kita berjanji kepada Allah dan gagal menepatinya. Setelah bernazar, kita menyesali diri bahwa kita khilaf dan terlanjur berjanji lalu mencari berbagai macam dalih untuk mengingkari atau melupakannya. Pengkhotbah mengatakan bahwa hal itu akan membawa kita dalam dosa (5:5). Pengkhotbah berkata, "Tepatilah nazarmu!" (5:3).

Jika kita sudah berjanji, mengucapkan nazar kepada Allah, Pengkhotbah memberikan empat nasehat kepada kita. Pertama, jangan menunda-nunda untuk menepatinya (5:3). Kedua, lebih baik tidak bernazar daripada bernazar tetapi tidak menepatinya (5:4). Ketiga, jangan menyangkal apa yang telah diucapkan (5:5). Terakhir, yang paling penting adalah takutlah akan Allah! (5:6). [JS]

Pengkhotbah 5:3-4
"Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya."

Rekaman Khotbah Terbaru