Curhat pada Allah
Renungan GEMA 2012
20 February 2012 Mazmur 69Melalui curahan isi hati Raja Daud yang sangat emosional, Alkitab mengingatkan orang percaya bahwa kita bukan hanya bisa meminta pertolongan kepada Allah, tetapi kita juga bisa mencurahkan isi hati kita (curhat) kepada-Nya.
Salah satu kemampuan manusia adalah mengekspresikan emosi. Keperluan mengekspresikan emosi itu bagaikan keperluan membuang sampah ke dalam tong sampah. Bila emosi diekspresikan secara tidak tepat atau pada waktu yang tidak tepat, ekspresi emosi itu bisa bersifat negatif. Akan tetapi, bila emosi diekspresikan dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat, ekspresi emosi itu akan membuat emosi kita menjadi stabil dan sehat. Orang yang selalu berusaha menahan ekspresi emosi nampaknya seperti orang yang kuat dan berwibawa. Akan tetapi, orang semacam itu cepat atau lambat bisa mengalami depresi yang sangat berat karena memasuki kawasan "kegersangan" emosi. Berusaha menjadi berwibawa atau berusaha untuk kelihatan "rohani" dengan selalu menahan emosi merupakan sikap yang bodoh. Walaupun Raja Daud adalah seorang pahlawan gagah perkasa yang disegani orang lain, ia tidak merasa malu untuk mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Tuhan dengan cara yang sangat terperinci dan emosional.
Alkitab memberitahu kita bahwa Allah adalah Tempat Curhat Teraman dan Ia bersedia menjadi "Tong Sampah" bagi setiap orang yang ingin mencurahkan isi hatinya, termasuk bagi orang yang tidak memiliki kawan yang bisa menjadi tempat curhat atau saat kita merasa tidak dapat curhat pada teman atau keluarga kita. Curhatlah kepada Allah dan Ia akan segera menolong kita pada waktu-Nya. [HK]
Mazmur 69:6
"Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, Kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu"




