Cinta Bersemi
Renungan GEMA 2012
10 February 2012 Kidung Agung 1:1-2:7Hubungan cinta yang benar antara pria dan wanita merupakan karunia Tuhan. Dalam pernikahan yang kudus, pasangan yang telah dipersatukan Tuhan bisa saling mengungkapkan cinta. Setiap pasangan bisa menikmati cinta yang berpuncak pada persatuan fisik yang intim (1:16).
Bacaan hari ini bisa dibagi dalam dua bagian: Pertama, mempelai perempuan bercerita tentang cinta sejatinya. Ia dan kekasihnya mempersembahkan kidung cinta yang penuh gambaran menggairahkan bagi indra penglihatan, penciuman dan cita rasa yang tinggi (1:1-8). Mempelai perempuan tidak merasa tabu dengan kerinduan bahwa kekasihnya akan menciumnya dengan kecupan yang digambarkan sebagai lebih nikmat daripada anggur (1:2). Ia menyebut kekasihnya "sang raja" (1:4). Bagi seorang yang mengalami kenikmatan cinta, nama sang kekasih terus terngiang dalam pikiran seperti minyak wangi yang harum dan menyegarkan (1:3). Kedua, mempelai laki-laki dan perempuan saling memuji. Keindahan fisik diutarakan sebagai karunia Tuhan untuk dinikmati oleh pasangan (1:9-2:7). Ke-duanya sadar akan daya tarik cinta dan dorongan untuk saling menyukakan dan saling memuji satu sama lain (1:7; 2:3). Simbol yang dipakai untuk saling memuji menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mengagungkan kecantik-an lahirian, melainkan juga kecantikan batiniah.
Cinta yang eksklusif hanya bisa dinikmati oleh pasangan yang telah dipersatukan Tuhan, yaitu suami dan istri. Cinta semacam ini adalah karunia Tuhan yang dinikmati bersama pasangan hidup. Sejauh mana Anda menikmati cinta eksklusif dengan pasangan Anda? Apakah cinta dengan pasangan Anda masih bersemi dan menggairahkan kehidupan setelah lewat sekian lama, sama seperti pada tahun pertama pernikahan Anda? [Souw]
Kidung Agung 4:10
Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.




