Pengalaman Pahit Menjadi Pembersih
Renungan GEMA 2011
26 January 2011 Yesaya 29Pendidikan Allah terhadap umat-Nya bertujuan agar umat-Nya dapat berbuah memuliakan Dia. Ketika umat TUHAN berkehidupan tidak berbuah, maka Allah dapat memakai pengalaman yang pahit untuk membersihkannya, sehingga mereka bisa berbuah kembali.
Dalam pasal ini, berita "celaka" datang kepada Yerusalem yang disebut Ariel (artinya "mezbah Allah" atau "mezbah perapian"). Orang-orang Yerusalem beribadah kepada TUHAN tidak dengan segenap hati. Hal ini terlihat di dalam kehidupan sehari-hari mereka yang melakukan perkara-perkara yang tidak berkenan kepada Allah dengan berkata bahwa tidak ada yang melihat mereka. Oleh karena itu, Allah akan mendidik mereka melalui serangan bangsa asing. Sekalipun demikian, berita di sini tidak berakhir dengan berita celaka, melainkan dengan berita anugerah. TUHAN akan memulihkan kembali Yerusalem menjadi "kebun buah-buahan", artinya Yerusalem diberkati oleh TUHAN. Kesengsaraan yang mereka lalui adalah seperti mimpi karena TUHAN akan melenyapkan musuh mereka. Hal ini tidak berarti bahwa mereka tidak akan mengalami penderitaan karena serangan musuh. Namun, kesukaan akan pemulihan dari Allah begitu besar sehingga penderitaan yang sudah lewat menjadi seperti mimpi bagi mereka. Pada waktu itu, Yerusalem akan menguduskan nama TUHAN.
Pendidikan TUHAN bertujuan agar kehidupan umat TUHAN menjadi kehidupan yang berbuah memuliakan TUHAN. TUHAN mendidik melalui firman-Nya. TUHAN juga bisa memakai pengalaman kita untuk membersihkan diri kita agar kita bisa lebih banyak berbuah. Pembentukan TUHAN bisa berupa teguran, bahkan disiplin yang keras, ketika kita tidak hidup sesuai dengan ibadah yang kita lakukan. [RAAL]
Yohanes 15:2
"Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya,supaya ia lebih banyak berbuah."




