GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Pemimpin yang Rusak I

Kesejahteraan dan kebobrokan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh para pemimpinnya. Pemimpin yang bobrok mengakibatkan masyarakat yang dipimpinnya menjadi bobrok juga.

J.E. Sahetapy sering berkata bahwa ikan membusuk selalu dimulai dari kepalanya. Negara dan masyarakat menjadi rusak dan jahat umumnya dimulai oleh pemimpin yang rusak dan jahat. Demikian pula, kejahatan yang terjadi dalam masyarakat Israel adalah akibat kepemimpinan yang bobrok di negeri tersebut. "Istana raja Yehuda" (22:1) adalah salah-satu pangkal dari kebobrokan tersebut. Para pemimpin tidak lagi memperhatikan keadilan dan kebenaran (22:3), dan dengan lalim memeras rakyat untuk membangun kemewahan dan kemegahan mereka sendiri. Bahkan, mereka menyangka bahwa kualitas seorang raja diukur berdasarkan bangunan istananya (22:13-17). Oleh karena itu, melalui Yeremia, Tuhan menegor keras Raja Zedekia, Raja Salum, Raja Yoyakim, dan Raja Konya (Yoyakhin).

Tuhan Allah menghendaki agar raja bertindak sebagai orang yang "mengenal Allah," yakni orang yang mencerminkan sifat keadilan dan kebenaran Allah (22:16). Akan tetapi, sifat dasar manusia yang selalu ingin mencari keuntungan diri sendiri membuat hati dan mata para pemimpin itu bukannya tertuju pada kesejahteraan rakyat, tetapi justru hanya kepada kenikmatan diri sendiri. Kisah yang sama dapat kita simak dalam masyarakat kita saat ini. Para pemimpin negara dan pemimpin partai berlomba-lomba melakukan korupsi. Para petugas hukum memutar-balikkan hukum untuk keuntungan diri mereka sendiri. Masyarakat dan negara menjadi kian terpuruk dan hancur. Sebagai pengikut Yesus Kristus, kita dituntut untuk menjadi terang dan garam dalam kondisi masyarakat yang rusak ini. [AH]

Mikha 6:8
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

Rekaman Khotbah Terbaru