Nantikanlah TUHAN
Renungan GEMA 2011
04 February 2011 Yesaya 40Penantian yang tak kunjung menjadi kenyataan sering membuat kita patah semangat untuk tetap berharap, padahal TUHAN tidak pernah melupakan orang-orang yang berharap kepada-Nya. Ia menghendaki agar kita selalu menantikan Dia yang Mahasetia, Mahabesar, dan yang Mengasihi kita.
TUHAN mengingat umat-Nya dengan memberitakan penghiburan bahwa hukuman yang TUHAN berikan kepada mereka telah selesai. Berita ini harus diresponi oleh umat TUHAN dengan mempersiapkan diri. Persiapan yang diperlukan adalah mengingat kembali apa yang telah TUHAN katakan melalui firman-Nya, yaitu bahwa firman Allah itu tetap untuk selama-lamanya. Pembawa berita harus mengarahkan umat TUHAN untuk memandang kepada-Nya. TUHAN menyatakan Siapakah Diri-Nya dengan memberikan gambaran tentang kemahabesarannya, sehingga bangsa-bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya. Bukan itu saja, TUHAN bertahta di atas bulatan bumi dan membentangkan langit Seorang Diri. Tidak ada apa pun atau siapa pun yang dapat disejajarkan dengan TUHAN. Allah mengatakan semua ini agar iman umat TUHAN dibangkitkan. TUHAN itu kekal, artinya tidak berubah dan tidak pernah menjadi lelah. Ia selalu memberi kekuatan kepada umat-Nya. Mereka yang menantikan TUHAN pasti mendapat kekuatan baru, karena mereka sadar siapakah TUHAN dan mengalami kekuatan dari TUHAN.
TUHAN tidak pernah melupakan kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya. Kita perlu mengarahkan hati kita kepada Allah sambil menanti-nantikan Dia karena Allah itu setia dan mengasihi kita. Ia mengatasi segala sesuatu dan tidak ada apa pun atau siapa pun di dunia ini yang tidak takluk di bawah otoritas-Nya. [RAAL]
Yesaya 40:31a
"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru."




