Ketika TUHAN Memakai Kita
Renungan GEMA 2011
11 January 2011 Yesaya 10Keberhasilan seseorang untuk dipakai oleh TUHAN berkaitan dengan ketaatannya melaksanakan rencana TUHAN sesuai dengan maksud TUHAN dan kerendahhatiannya untuk mengakui kedaulatan TUHAN.
Bagian ini mengajarkan bahwa TUHAN dapat memakai siapa pun untuk melaksanakan maksud-Nya, termasuk Ia bisa memakai bangsa yang tidak percaya kepada TUHAN untuk mendidik umat-Nya. Namun, satu hal yang indah adalah bahwa semua itu adalah untuk kebaikan umat TUHAN. Bangsa Asyur dipakai TUHAN untuk mendidik umat TUHAN, bangsa Yehuda. Namun, bangsa Asyur menggunakannya dengan maksud untuk melenyapkan bangsa Yehuda (10:13). Tentu hal ini tidak sesuai dengan maksud TUHAN memakai bangsa Asyur. Demikian juga, bangsa Asyur merasa sombong atas kekuatan pasukannya yang besar yang bisa menundukkan bangsa Yehuda (10:13-14) dan tidak mengakui kedaulatan TUHAN atas apa yang terjadi. Hal ini membuat TUHAN menjadi murka atas Asyur yang bertindak dengan maksud lain terhadap bangsa Yehuda dan yang juga menyombongkan diri. Ketika TUHAN mempermalukan bangsa Asyur, maka hal itu merupakan bencana yang dahsyat, hal ini digambarkan di dalam ayat 16-19. Tak ada seorang pun yang sanggup menahan murka Allah.
Siapa pun kita dan jabatan apa pun yang kita pegang, kita harus menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat kita lakukan tanpa seizin TUHAN. Ketika TUHAN memakai kita, kita harus sungguh-sungguh sadar bahwa kita harus melakukan apa pun sesuai dengan maksud TUHAN dan tidak menyombongkan diri. Sebagai orang percaya, ketika kita menghadapi kesulitan, ingatlah bahwa kesulitan dapat dipakai TUHAN untuk membangun kehidupan kita. [RAAL]
Yesaya 10:15a
"Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? ."




