Ia Menggendong Engkau
Renungan GEMA 2011
10 February 2011 Yesaya 46-47Tanpa kita sadari, kehidupan yang kita lalui terjadi karena TUHAN menopang dan mendukung kita. Di jalan kejayaan, Ia menopang kita. Di jalan kenestapaan, Ia menggendong kita. Ia mau menanggung kita terus (46:4).
Dewa Bel adalah dewa orang Babel, demikian juga Dewa Nebo. Dewa Bel adalah Dewa matahari sedangkan Dewa Nebo adalah Dewa bulan. Peperangan pada masa Perjanjian Lama bukan saja semata-mata peperangan antar bangsa, melainkan juga peperangan antar dewa yang dipercaya oleh bangsa-bangsa. TUHAN menunjukkan bahwa dewa-dewa bangsa-bangsa itu tidak dapat menolong siapa pun karena dewa-dewa itu harus ditolong untuk diungsikan. Dewa-dewa itu sudah jatuh dan memang tidak dapat diandalkan. Hal ini berbeda dengan TUHAN. TUHAN tidak memerlukan bantuan manusia. Sebaliknya, sejak awal sampai akhir hidupnya manusia berada di bawah topangan tangan TUHAN yang berkuasa. Dialah yang mendukung dan menopang serta menggendong umat-Nya, bukan sebaliknya. Dewa-dewa itu dibuat, digendong, ditempatkan, serta dirawat oleh manusia, sehingga dewa-dewa tidak dapat menyelamatkan manusia. Keselamatan hanya datang dari TUHAN yang melepaskan umat-Nya dari pembuangan dan penindasan Babel.
Kita sering tidak sadar bahwa kehidupan yang kita lalui ada di dalam topangan dan gendongan tangan TUHAN. Ketika kehidupan kita lancar, jangan lupa bahwa kelancaran itu disediakan TUHAN. Ketika kita berjalan di jalan yang berbatu-batu, ingatlah bahwa ada tangan TUHAN yang menggendong kita. Keselamatan yang Ia sediakan bagi kita dijamin oleh pemeliharaan-Nya atas kita. [RAAL]
Yesaya 46:4
"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."




