Saat untuk Menyebarkan Damai Sejahtera Allah
Renungan GEMA 2010
19 December 2010 Yesaya 9:1-6, 11:1-10Kelahiran Yesus Kristus, Sang Raja Damai, ke dalam dunia menyatakan bahwa kerajaan syalom itu pun hadir di dunia ini. Allah membentuk umat-Nya menjadi umat pembawa damai.
Dunia saat ini sangat membutuhkan damai sejahtera. Permasalahan dan pergumulan datang silih berganti dalam kehidupan manusia. Banyak orang menjadi putus asa dan tak berpengharapan. Umat Allah pun mengalami keputusasaan dan tidak berpengharapan lagi ketika penghukuman atas mereka diberitakan melalui Nabi Yesaya. Umat Allah dihukum karena kedegilan hati mereka yang tidak mau taat kepada hukum Tuhan. Namun, di tengah kondisi yang demikian, Allah menjanjikan kedatangan Mesias, Sang Juruselamat yang juga adalah Raja Damai. Ia akan membawa kedamaian bagi umat-Nya, bukan hanya kedamaian secara fisik, tetapi juga kedamaian dalam hubungan manusia dengan Allah. Umat Allah harus menyampaikan berita damai dan pengampunan itu kepada orang lain.
Orang percaya adalah agen damai sejahtera Allah. Ke mana pun kita pergi, apa pun yang kita perbuat, serta apa pun yang kita katakan, kita membawa damai sejahtera Allah. Kehadiran kita mungkin tidak menyelesaikan permasalahan yang ada, tetapi damai sejahtera yang dari Allah memampukan kita untuk memberi semangat dan pengharapan bagi mereka yang sedang putus asa. Apakah kehadiran kita sudah membawa damai bagi orang-orang di sekeliling kita? Hari Natal, saat kita memperingati hari kelahiran Raja Damai itu, merupakan saat yang tepat bagi kita untuk mengevaluasi diri. Natal adalah saat yang tepat bagi kita untuk mulai menyebarkan damai Allah bagi dunia ini. [MS]
Yohanes 14:27
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."




