Saat untuk Bersukacita
Renungan GEMA 2010
25 December 2010 Matius 2:1-12Pencarian Orang-orang Majus akan Raja yang baru dilahirkan tidak sia-sia. Ketika mereka bertemu dengan Yesus kecil, mereka sangat bersukacita, lalu mereka sujud menyembahnya dan memberikan persembahan.
Perjalanan Orang-orang Majus yang panjang dan lama berbuahkan hasil yang manis. Para ahli perbintangan yang pandai ini bukan hanya ingin tahu apa arti Bintang Timur yang sinarnya begitu indah, tetapi yang terutama adalah mereka ingin menyembah Sang Raja yang kelahirannya ditandai oleh bintang tersebut. Akhirnya, Bintang Timur itu memandu mereka sampai mereka bertemu dengan Yesus Kecil, Sang Raja di atas segala raja dan mereka sangat bersukacita. Luapan sukacita itu dinyatakan dengan penyembahan mereka kepada Tuhan Yesus serta pemberian persembahan berupa mas, kemenyan dan mur.
Sukacita seharusnya kita rasakan ketika kita menyambut Natal-hari kelahiran Yesus Kristus, Tuhan, Juruselamat dan Raja kita. Luapan sukacita kita pun seharusnya dinyatakan melalui persembahan diri kita kepada Tuhan dengan menyembah Dia serta mempersembahkan persembahan yang terbaik bagi-Nya. Marilah kita bersukacita saat merayakan Natal. Jangan sampai sukacita kita dicuri oleh kesibukan-kesibukan mempersiapkan acara Natal atau dicuri oleh kelelahan kita, sehingga saat istimewa ini terlewati begitu saja tanpa makna mendalam. Tahun ini, ketika kita masih diberi kesempatan merayakan Natal, marilah kita merayakannya dengan sukacita. Marilah kita merayakan Natal bukan dengan pesta pora, tetapi dengan sukacita yang melimpah dari dalam hati kita, karena kita tahu bahwa di hari Natal inilah Juruselamat kita telah lahir. Selamat bersukacita, karena Natal adalah saat yang tepat untuk bersukacita! [MS]
Mazmur 9:2-3
"Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi."




