GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Perilaku Seksual yang Menyimpang

Inses (hubungan seksual atau pernikahan antara dua orang yang memiliki pertalian keluarga) dan hubungan-hubungan seksual yang menyimpang (homoseksual dan hubungan seks dengan binatang) merupakan kekejian di hadapan Tuhan dan orang yang melakukannya harus dibunuh.

Allah menginginkan agar umat-Nya memiliki kehidupan yang kudus, yang berbeda dengan kehidupan bangsa-bangsa kafir. Salah satu tujuan Allah memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir adalah agar umat-nya tidak hidup menurut kebiasaan bangsa Mesir yang menyembah banyak dewa. Allah juga menginginkan agar umat-Nya tidak mengikuti perilaku seksual yang menyimpang dari penduduk tanah Kanaan. Umat Allah harus menunjukkan identitas sebagai umat pilihan yang hidup menurut aturan hukum Allah, bukan menurut kebiasaan kafir.

Kemajuan teknologi informasi membuat kita sudah tidak merasa asing dengan terjadinya inses maupun kasus-kasus homoseksual (hubungan seks antar sesama jenis kelamin). Walaupun homoseksualitas pada umumnya masih belum bisa diterima di Indonesia, perjuangan agar penyimpangan seksual tersebut bisa diterima oleh masyarakat masih terus dilakukan dengan gigih, khususnya melalui Film dan acara talkshow di TV. Di beberapa negara, pernikahan homoseksual telah dianggap legal (sah menurut hukum). Yang lebih memprihatinkan, ada pemimpin gereja yang secara terang-terangan mengaku sebagai homoseksual dan ada "gereja" yang bersedia melangsungkan pemberkatan nikah bagi pasangan homoseksual. Pembahasan tentang hubungan seks dengan binatang (zoophilia) dalam Wikipedia menjelaskan bahwa perilaku seksual yang menyimpang ini bukan sekedar rekaan. Semoga tidak ada perjuangan bagi legitimasi penyimpangan semacam ini. [P]

Imamat 18:24
"Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sebab dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi najis."

Rekaman Khotbah Terbaru