GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Kedewasaan Rohani

Adanya perselisihan dan iri hati merupakan tanda ketidakdewasaan secara rohani. Seorang yang dewasa secara rohani tidak akan memperjuangkan kepentingan diri sendiri, melainkan akan memperjuangkan hal-hal yang bernilai kekal.

Perselisihan dan iri hati berakar dari sikap hidup yang memandang kehidupan sebagai suatu kompetisi (persaingan). Orang lain dianggap sebagai pesaing yang harus dikalahkan. Sikap hidup semacam ini membuat kerja sama hanya dapat dilakukan dengan "kelompok sendiri" dan kerja sama dengan "kelompok lain" menjadi sangat sulit dilakukan. Selanjutnya, diri sendiri atau kelompok sendiri selalu dianggap benar dan kesalahan orang lain atau kelompok lain akan selalu dicari-cari.

Dalam pandangan Rasul Paulus, setiap orang percaya memiliki karunia yang khas (1 Korintus 7:7) yang harus dipergunakan untuk membangun tubuh Kristus. Karunia yang diberikan Allah ini suatu hari harus dipertanggungjawabkan. Pemanfaatan karunia akan menentukan apakah kelak kita akan mendapat upah (karena kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bernilai kekal) atau kita akan menjadi malu (karena kita tidak melakukan sesuatu yang bernilai kekal) (3:10-15; bandingkan dengan Efesus 4:11-12).

Bila kita semakin menjadi dewasa secara rohani, yang menjadi fokus kehidupan kita pasti bukan memperkaya diri atau mencari kesenangan diri sendiri, melainkan melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah. Kesibukan kita dalam melakukan kehendak Allah akan membuat kita terhindar dari perselisihan dan iri hati. Cara hidup semacam ini mungkin akan dianggap sebagai kebodohan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, tetapi kita akan menerima penghiburan dan sukacita dari Allah sendiri. [P]

1 Korintus 3:3
"Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?"

Rekaman Khotbah Terbaru