Kasih Karunia Allah Mengubah Arah Hidup
Renungan GEMA 2010
18 December 2010 Efesus 2Orang Kristen yang sejati adalah orang yang sudah menerima kasih karunia Allah di dalam Kristus. Secara status, kita dahulu adalah orang-orang yang telah mati secara rohani (artinya terpisah dengan Allah), tetapi sekarang kita memperoleh hidup di dalam Kristus.
Sebelum berada di dalam Kristus, semua orang memiliki status "mati" secara rohani. Tidak ada sesuatu pun yang dapat kita usahakan supaya kita bisa menanggalkan status "mati" dan memiliki status "hidup". Oleh karena itu, bila iman kepada Kristus membuat kita diselamatkan (memperoleh hidup), hal itu merupakan kasih karunia Allah kepada kita (2:8).
Kasih karunia Allah yang diterima oleh orang-orang percaya itu paling tidak membawa dua konsekuensi. Pertama, kita harus hidup untuk memenuhi tujuan Allah atas hidup kita, yaitu melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan oleh Allah (2:10). Bila kita ingin memenuhi tujuan Allah atas hidup kita, kita tidak bebas memilih apa yang ingin kita lakukan, melainkan kita harus sungguh-sungguh menggumuli pekerjaan baik apakah yang telah dipersiapkan Allah bagi kita untuk kita kerjakan. Kedua, karena semua orang percaya menerima karunia Allah yang sama, maka orang-orang percaya merupakan anggota-anggota dari satu keluarga, yaitu keluarga Allah. Oleh karena itu, tidak bisa dibenarkan bila orang percaya memasang sekat pemisah dengan orang percaya yang lain. Semua sekat pemisah, termasuk sekat kesukuan dan sekat perbedaan status sosial, harus diganti dengan kesatuan di dalam tubuh Kristus.
Bagaimana dengan kehidupan bergereja di gereja Anda? Masih adakah sekat-sekat pemisah yang membuat Anda merasa tidak menjadi bagian dari sebuah keluarga? [P]
Efesus 2:10
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."




