GKY Sydney - Gereja di Sydney yang Mulia dan Misioner

Gereja Kristus Yesus di Sydney AustraliaTransformational Church ~ Transforming people to transform the world (2 Kor 3:18)

Navigation

Kawasan Nyaman yang Paling Aman

Kapankah bangsa Israel mengalami betapa kokohnya perlindungan Allah? Kekokohan perlindungan Allah terasa saat musuh menyerang kita dan saat kita menghadapi kesulitan tak mampu kita atasi. Masa kesesakan seringkali mencelikkan mata umat Tuhan untuk bisa melihat pribadi Allah yang berkuasa dengan lebih jelas. Mazmur yang indah ini secara tegas diawali dengan pernyataan iman, tanpa menutupi lika-liku kesulitan yang terjadi (46:2-8). Kehadiran Allah membuat segala sesuatu berbeda. Umat Tuhan dapat tersenyum di tengah badai masalah karena mereka memiliki tempat perteduhan yang aman. Benteng mencerminkan kekuatan sebuah kota. Saat pemazmur berkata bahwa kota benteng kita ialah Allah, berarti bahwa Allah menjadi perisai dan tempat perlindungan kita saat musuh menyerang. Akhirnya (46:9-12), pemazmur mengajak pembaca untuk melihat dan mengalami perlindungan Allah sepenuhnya.

Pada masa kini, manusia membangun "kota-kota benteng" dengan keahlian, kekuatan materi, serta pengalaman agar hidup terasa aman dan nyaman. Sayangnya, "benteng" yang dianggap sebagai comfort zone (kawasan yang nyaman) tersebut sewaktu-waktu dapat hancur dan musnah. Di dunia ini, umat Tuhan tidak kebal terhadap krisis yang dapat datang secara tiba-tiba. Bila kita tidak dilindungi oleh benteng yang kokoh, iman kita akan mudah goyah dan kita akan mudah putus harapan. Syukurlah bahwa Allah telah berjanji untuk menjadi kota benteng kita, tempat berlindung setiap waktu. Bila kita berlindung pada Allah, kita berada di comfort zone yang paling aman sehingga kita bisa melewati krisis apa pun. Apakah saat ini Anda berada dalam comfort zone yang aman? [LSR]

Amsal 3:25-26
Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

Rekaman Khotbah Terbaru